
MANADOLINK – Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto meneriakkan ajakan secara adat Minahasa, I Yayat U Santi kepada seluruh warga Sulut yang hadir dalam acara Menhan RI Pulang Kampung, Senin (5/2) sore di lapangan KONI, Sario.
Prabowo Subianto yang diketahui memiliki darah Minahasa ini mengajak warga untuk bersama-sama bergandengan membangun Indonesia tercinta.
Jiwa korsa dan kepemimpinan Letjen (Pur) Prabowo Subianto tak pernah dapat dipisahkan dari karakternya. Di bawah guyuran hujan deras, sang calon presiden tetap bersama ratusan ribu masa pendukungnya. “Kalau kalian basah (kena hujan-red), saya juga harus basah,” ujar putra Tounelet, Langowan ini.
Bahkan dengan semangatnya, Prabowo yang kala itu mengenakan outfit khasnya mengajak ratusan ribu warga yang tumpah ruah untuk menikmati musik dan lagu Ok Gas andalannya sambil berjoget gemoy. “Saya tidak merasa kedinginan, saya mendapatkan kekuatan bersama kalian,” tegas Prabowo.
Seperti diketahui, I Yayat U Santi adalah seruan orang Minahasa berarti angkatlah dan acung-acungkanlah Pedang (Mu) Itu. Ungkapan ini diseru-serukan khususnya oleh para waraney, anggota kabasaran, penari tari pedang dalam menghadapi tantangan yang dianggap musuh. Ini merupakan suatu komando, perintah tetapi juga untuk membangkitkan gairah, semangat sekaligus untuk mengusir kecemasan, kekuatiran dan ketakutan ketika menghadapi tantangan musuh. Ungkapan ini diseru-serukan oleh pemimpin-pemimpin masyarakat dalam hal mengajak mereka untuk bersama-sama maju dengan kebulatan tekad melaksanakan apa yang dihasilkan dari perundingan bersama kepada anak-cucu-cecenya. Ia mengandung juga seruan supaya hendaklah kamu gagah perkasa, maju terus dan pantang mundur.
Cara menyerukan bagi para waraney ialah dengan suara yang nyaring, tegas betul-betul seperti komando, sambil mengangkat dan mengacung-acungkan salah satu tangan dengan kepalan jari-jarinya. Lalu seruan ini disahuti dengan sorakan oleh rekan-rekan waraney atau oleh hadirin dengan jawaban atau sambutan : Uhuuy!! atau Tentu itu!! yang artinya : Setuju, demikianlah halnya!. Apabila kita menggunakan ungkapan dan seruan ini untuk masakini, maka maknanya ialah : Supaya kita melengkapi diri kita dengan segala kearifan, hikmat, ketrampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kecekatan Itulah santi kita masakini yang harus diacung-acungkan menghadapi segala tantangan yang mengancam kehidupan kita baik fisik maupun non-fisik, dengan segala kebulatan tekad sesudah dimusyawarahkan bersama. Tantangan ini adalah kemiskinan, kemalasan, kebodohan, kelaparan, ketidakadilan, ancaman penjajahan, dan segala sesuatu yang dapat menjadi musuh kehidupan. Dalam bahasa Alkitab ungkapan ini juga bermakna sebagai pengejawantahan kuasa-kuasa maut. Dan karena kuasa maut itu telah ditaklukan oleh Allah sendiri karena membangkitkan PuteraNya Yesus Kristus dari kematian, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berjuang demi kemenangan kehidupan. Jadi seruan I Yayat U Santi! dan sambutan sorakan Uhuuy! atau Tentu itu! bermakna : Marilah kita bersama menghadapi tantangan maut itu dan menanggulanginya demi kehidupan kita dan anak-cucu-cece kita. Demikian dikutip dari buku : Injil dan Kebudayaan di Tanah Minahasa. (*)