MANADO

“Torang Yakin Nda Ada Sanksi dan Teguran”

Surat teguran diduga dibuat tanggal mundur

MANADOLINKPernyataan klarifikasi pihak PDAM Wanua Wenang berkaitan perbuatan kurang terpuji oknum manager di perusahaan milik daerah itu terkesan janggal.

Salah seorang mantan karyawan PDAM, sebut saja Pak Jul merasa heran dengan pernyataan klarifikasi tersebut. Bahkan Pak Jul menyebut pernyataan tersebut terkesan menutupi perbuatan oknum yang melakukan miras di dalam ruangan kantor. “Sejak kita masih tugas di sana (PDAM-red) kalu ada salah langsung dapa surat peringatan atau teguran. Itu Depe sanksi turun jabatan satu level ke bawah,” papar pria berumur yang masih terlihat energik ini.

Atas dasar itu, Pak Jul meragukan pernyataan klarifikasi tersebut. “Coba kalian (wartawan-red) cek, apakah jabatan oknum itu diturunkan atau tidak,” koarnya.

Nada miring juga diutarakan sumber kuat media ini di lingkungan PDAM Wanua Wenang. Menurut dia, selain penurunan jabatan, biasanya oknum yang mendapatkan peringatan akibat kesalahannya pasti tidak akan menerima insentif atau jaspro. “Siapa saja karyawan yang melakukan kesalahan dan mendapatkan surat peringatan, tidak akan menerima insentif yang diberikan setiap enam bulan,” ujar sumber.

Sumber meyakini, oknum manager tersebut tidak pernah diberi sanksi bahkan surat peringatan. “Setahu saya, oknum itu menerima insentif dari perusahaan pada bulan Januari ini. Itu menandakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melalui komisi reward and punishment hingga mendapatkan teguran,” katanya. Sebab menurut sumber, syarat mendapatkan insentif adalah tidak pernah membuat kesalahan hingga ditegur/disanksi. “Rumor yang beredar di kantor (PDAM-Red) surat teguran dibuat tanggal mundur tadi pagi (Selasa-red). Biasalah buat menutup kesalahan dorang,” tutup sumber.

Menanggapi hal ini, Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Manado, Hendra Lumempouw meminta agar walikota kuasa pemilik modal (KPM) PDAM Wanua Wenang untuk menseriusi masalah tersebut. “Jika hal ini dibiarkan bakal timbul pertanyaan besar di masyarakat, ada apa sebenarnya yang terjadi di PDAM hingga oknum karyawan yang membuat kesalahan terkesan sangat dilindungi,” seru Lumempouw. (***)

Related Articles

Back to top button