Moniaga ‘Endus’ Kejanggalan Pengusutan Kasus Perumda Wanua Wenang
Segera bawa tambahan laporan dan bukti

MANADOLINK – Iwan Aloisius Moniaga, pelapor dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wanua Wenang mulai mencium kejanggalan dalam proses hukum yang dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri Manado.
Pengusutan terhadap sejumlah item anggaran yang diduga diselewengkan itu telah memasuki satu bulan sejak dilaporkan.
“Proses yang sudah berjalan satu bulan ini cukup membuat tanda tanya bagi kami,” sebut Moniaga bernada tanya.
Moniaga justru menyebutkan informasi yang mempertanyakan hubungannya dengan saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan. “Saya dengar info, saksi ditanya penyidik soal status hubungan anyara saya dan beberapa saksi,” tukas Moniaga.
Hal ini nilai mantan Presidium GMNI ini adalah hal yang janggal. “Apa substansi menanyakan hubungan antara para saksi dengan saya selaku pelapor,” sentil Moniaga. Padahal menurut mantan Ketua Senat Mahasiswa FISIPOL Unsrat Manado, penyidik harus lebih fokus lagi perihal laporan yang sudah dimasukkan. “Penyidik lebih baik memanggil walikota Andrei Angouw dan tanyakan apakah beliau memberikan persetujuan terhadap pendapatan direksi. “Panggil pak wali dan konfirmasi soal SK walikota tentang pendapatan direksi apakah ada atau tidak,” ketus Moniaga didampingi Fredy Michael Legi, eks karyawan PDAM Manado.
Belum lagi informasi lain soal oknum yang melakukan perikatan pada perjanjian sewa sewa kendaraan seperti yang dimuat dalam laporan pengaduan. “Apakah boleh seorang yang tidak memiliki kewenangan administrasi, melakukan perjanjian sewa dengan pihak ketiga. Mestinya orang tersebut diperiksa keterangannya,” ujar Moniaga.
beberapa hal di atas yang menimbulkan kecurigaan Moniaga. “Kalau sudah seperti ini, terpaksa saya membawanya kepada pihak pengawasan Kejaksaan Agung RI,” tutup dia.
Pihak penyidik Kejaksaan Negeri Manado, melalui Kepala Seksi Intelijen, Arthur Piri, SH, MH menjelaskan, pihak tetap menseriusi pengusutan perkara tersebut. Bahkan Piri menegaskan akan memeriksa keterangan setiap orang yang terkait. “Siapapun dia, yang mengetahui peristiwa tersebut akan dipanggil dan diperiksa,” tegas Piri.( ***)



