Hentikan Sementara Operasional Armada KM Barcelona!
Pemilik terkesan sengaja, safety life tak digubris

MANADOLINK – Tragedi kebakaran kapal penumpang KM Barcelona VA pada Minggu, 20 Juli 2025, membuka fakta memilukan sekaligus menguak celah serius dalam sistem pelayaran komersil di Sulawesi Utara.
Kapal bertonase besar itu tengah dalam pelayaran dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, menuju Pelabuhan Manado. Namun, sebelum mencapai tujuan, kapal tersebut dilalap si jago merah saat melintasi perairan Talise, Minahasa Utara, dengan ratusan penumpang di dalamnya.
Peristiwa yang mengejutkan ini memicu reaksi luas dari masyarakat. Aktivis Iwan Moniaga menyerukan penyelidikan menyeluruh dari otoritas terkait, dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI dan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) yang berada di bawah Dirjen Perhubungan Laut.
Moniaga menyoroti lemahnya standar keamanan dalam operasional pelayaran komersil. Ia mendesak agar seluruh armada Barcelona yang melayani jalur Nusa Utara dan Maluku Utara segera dibekukan hingga evaluasi keselamatan dilakukan.
“Beberapa video beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik evakuasi penumpang yang menggunakan life jacket. Kru terlihat memegang tabung pemadam, namun yang paling mengherankan adalah life craft yang tak kunjung diturunkan dari sisi kapal,” ungkap Moniaga, Selasa (22/07/2025).
Menurutnya, sistem keselamatan pelayaran harus digerakkan oleh kru yang benar-benar terlatih. Ketidaksiapan awak dalam mengantisipasi bahaya berpotensi besar menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
“Kru kapal wajib menguasai prosedur safety drill. Ini hal mendasar yang menyangkut nyawa manusia. Apakah manajemen Barcelona memastikan kru mereka siap menghadapi situasi seperti kemarin? Ini pertanyaan besar yang hanya bisa dijawab lewat penyelidikan,” tegas Moniaga.
Ia pun meminta otoritas membekukan sementara operasional semua kapal milik Barcelona sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum.
Di sisi lain, respons cepat para nelayan dari Pulau Bangka, Gangga, Talise, Naen, dan pulau-pulau sekitar yang membantu menyelamatkan korban mendapat apresiasi luas. Aksi heroik mereka membuktikan solidaritas tinggi masyarakat pesisir saat terjadi bencana di laut. (***)


