MANADO

PT Surya Pacific Indonesia Tunjukkan Tanggung Jawab

Evakuasi, asuransi hingga peti mati disiapkan

MANADOLINKPT Surya Pacific Indonesia (SPI) menunjukkan respon positif dan tanggung jawab serius dalam menangani korban insiden kebakaran Kapal Penumpang KM Barcelona VA yang terjadi di perairan Talise, beberapa waktu lalu.

Pihak manajemen terbukti enggan mengabaikan tanggung jawabnya dan terus berkomitmen memenuhi seluruh hak serta kebutuhan para korban. “Manajemen tidak lari dari tanggung jawab. Kami berupaya agar seluruh hak dan kebutuhan para korban bisa terpenuhi,” ujar Humas PT SPI, Ridwan Falugah, kepada media pada Kamis (24/07/2025).

Ridwan menambahkan bahwa peristiwa ini adalah tragedi kemanusiaan yang memerlukan respon cepat.

Manajemen PT SPI selaku operator armada Barcelona Grup langsung bergerak setelah pendataan korban dilakukan, termasuk mengurus administrasi agar semua korban bisa segera menerima santunan asuransi. “Kami tak bisa membiarkan mereka berjalan sendiri dalam masa-masa sulit ini. Luka mereka bukan hanya fisik, tapi juga emosional. Kami akan terus mendampingi hingga mereka benar-benar pulih,” tambahnya.

Selain itu, pihak manajemen juga membantu korban yang dirawat di rumah sakit dan mengerahkan armada untuk proses pemulangan para penumpang yang terdampak.

“Kami terus mengawal proses pemulihan korban, baik secara fisik maupun psikologis,” tegas Ridwan. Untuk korban yang meninggal dunia, manajemen memberikan penghormatan terakhir setingginya, termasuk penyediaan peti jenazah berkualitas tinggi dan pengantaran ke kampung halaman. Bahkan, cabang SPI di Melonguane, Talaud, juga terlibat langsung dalam membantu keluarga korban. “Kami berupaya memenuhi semua kebutuhan keluarga yang ditinggalkan, meskipun kami sadar tidak ada yang bisa benar-benar menghapus duka mereka,” ujarnya. Atas nama manajemen, Ridwan juga menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa perusahaan akan menjalankan semua tanggung jawabnya terhadap korban semaksimal mungkin.

Diketahui, KM Barcelona VA tengah berlayar dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Pelabuhan Manado pada Minggu (20/07/2025) saat insiden terjadi. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang tersebut terbakar saat melintasi perairan Talise, Minahasa Utara.Sementara itu, mencuat kabar dugaan sabotase di media sosial terkait insiden ini. Praktisi hukum Steven Raymond Supit, SH, menilai isu tersebut layak mendapat perhatian serius dari penyidik kepolisian.“Ada saksi yang mengaku melihat asap dari salah satu kabin, dan penghuni kabin menyatakan sudah mengatasi sambil menutup pintu ruangan. Ini harusnya jadi titik awal penyelidikan lebih mendalam,” ujarnya.

Menurutnya, informasi sekecil apapun bisa menjadi kunci penting dalam mengungkap persoalan besar di balik peristiwa ini. (***)

Related Articles

Back to top button