Jacob Hendrik Pattipeilohy Resmi Pimpin Kejati Sulut
Moniaga janji adukan sejumlah perkara korupsi yang mandek

MANADOLINK – Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH, MH resmi menjabat sebagai jaksa tinggi atau Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut setelah dilantik dan diambil sumpah Jaksa Agung, ST Burhanudin bersama 17 jaksa menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) sejumlah daerah di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, hari ini Kamis (23/10/2025).
Pelantikan ini disambut baik pegiat antikorupsi Sulut. Menurut para aktivis, dengan resminya Pattipeilohy menjadi Kajati Sulut diharapkan memberikan angin perubahan pada penanganan perkara korupsi di bumi nyiur melambai. “Semoga jaksa tinggi yang baru dapat memberikan warna baru penangan perkara korupsi di Sulut,” tukas Hendra Lumempouw, Ketua DPD Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Sulawesi Utara.
Harapan tersebut diutarakannya berkaitan dengan sejumlah laporan dugaan korupsi yang masih belum menunjukkan adanya penyelesaian. “Beberapa laporan sudah cukup lama belum tuntas,” kata dia.
Sementara itu, Iwan Aloisius Moniaga, aktivis antikorupsi Sulut lainnya menandaskan, pihaknya segera menginventarisir perkara yang saat ini ditangani pihak kejaksaan di Sulut.
Selanjutnya segera melakukan audiensi bersama jaksa tinggi untuk nemberikan masukan. “Termasuk dugaan pelanggaran etik serta profesionalisme oknum-oknum penyidik kejaksaan saat penangan perkara korupsi,” papar dia.
Usai melantik para kepala kejaksaan tinggi, Jaksa Agung, ST Burhanudin memberikan wejangan dan ucapan selamat.
“Selamat kepada para pejabat yang baru dilantik dan menegaskan bahwa para pejabat yang ditunjuk adalah pribadi terpilih yang telah menunjukkan dedikasi, kompetensi, serta loyalitas dalam pengabdian di institusi, dan telah melalui proses kajian mendalam, penilaian objektif berdasarkan hasil kinerja, serta pertimbangan matang,” kata ST Burhanuddin saat proses pelantikan dan pengambilan sumpah.
Burhanuddin mengingatkan pelantikan ini bukan sekadar seremonial dan pergantian jabatan semata, tapi momentum penegasan tanggung jawab moral, profesional, dan institusional bagi setiap insan Adhyaksa. Dia mengatakan para Kajati yang dilantik dan diambil sumah hari ini diberi amanah untuk memimpin pada tempat penugasan yang baru.
“Pergantian pejabat juga merupakan hal yang wajar dalam rangka penyesuaian dan peningkatan kinerja institusi, serta bagian dari dinamika dalam upaya membantu mewujudkan visi dan misi Kejaksaan,” ujarnya.
Dia juga meminta para Kajati selalu menjalankan kewajiban dan tanggung jawab. Menurutnya, Kajati memiliki peran strategis pada penegakan hukum di daerah.
Kajati dituntut agar tidak hanya menegakkan hukum melainkan menegakkan keadilan dengan nurani dan keberanian. Dia menekankan kejaksaan harus hadir sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi melalui penindakan yang tegas, pencegahan yang berkelanjutan, serta perbaikan tata kelola.
“Segera optimalkan penanganan perkara tindak pidana korupsi di masing-masing wilayah satuan kerja (Kejati, Kejari, sampai dengan Cabjari),” jelas Jaksa Agung. (*)



