Harga Cabai Tekan Inflasi Bitung, Hengky Honandar Minta TPID Bergerak Cepat

Manadolink.net | Bitung — Kenaikan harga cabai yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kota Bitung. Wali Kota Hengky Honandar, S.E., meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat.
Instruksi tersebut disampaikan Hengky saat memimpin rapat pengendalian inflasi daerah di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026). Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pengendalian inflasi tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang digelar pada 23 Oktober 2026.
Dalam pembahasan tersebut, kenaikan harga cabai menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani karena turut memberikan tekanan terhadap inflasi daerah. Pemerintah Kota Bitung pun diminta memperkuat pemantauan harga, memastikan ketersediaan stok, serta menjaga kelancaran distribusi bahan pangan.
“Inflasi akibat kenaikan harga cabai harus kita tangani serius. Jangan sampai daya beli masyarakat turun. Saya minta TPID Kota Bitung bergerak cepat,” tegas Hengky.
Untuk mengantisipasi gejolak harga, pemerintah daerah akan memperkuat sembilan langkah konkret pengendalian inflasi sebagaimana diarahkan pemerintah pusat. Langkah tersebut meliputi pemantauan harga dan stok bahan pokok setiap hari, rapat teknis TPID, menjaga pasokan barang kebutuhan pokok, serta mendorong penanaman komoditas cepat panen seperti cabai dan bawang merah.
Pemkot Bitung juga diminta mengoptimalkan operasi pasar dan gerakan pasar murah melalui kerja sama dengan BUMN maupun BUMD. Fasilitasi distribusi pangan menjadi bagian penting untuk memastikan pasokan tersedia dengan harga yang terjangkau.
Pengawasan di lapangan turut menjadi perhatian. Dinas terkait diminta melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor guna memantau perkembangan harga sekaligus mencegah penimbunan barang yang dapat mengganggu stabilitas pasokan.
Selain itu, koordinasi dengan daerah penghasil komoditas perlu diperkuat. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dampak inflasi sesuai ketentuan, serta subsidi transportasi guna membantu menekan biaya distribusi.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Bitung turut membahas penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan champion cabai maupun wilayah sentra produksi. Kerja sama ini diharapkan membantu mengantisipasi kelangkaan dan menjaga ketersediaan cabai di pasar.
Program Bantuan Kawasan Aneka Cabai dari Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 juga menjadi perhatian. Pemerintah diminta menyiapkan data mengenai luas lahan, bantuan benih, jadwal tanam, perkiraan panen, hingga pemasaran hasil produksi.(*/red)