NASIONAL

Minimalisir Persekusi, Gandeng Seluruh Stakeholder!

Balaslah kejahatan dengan kebaikan dan doakanlah mereka yang melakukan kesalahan

MANADOLINKIwan Aloisius Moniaga, salah satu tokoh muda Sulawesi Utara menilai, perlu pelibatan seluruh stakeholder untuk meminimalisir tindakan persekusi agama yang kembali marak terjadi di Indonesia.

Menurut mantan tokoh Presidium GMNI ini, tugas tersebut bukan hanya diserahkan kepada negara semata. “Semuanya itu tidak akan jadi apabila pemahaman toleransi sudah merata di masyarakat. Untuk itu perlu berbagai elemen di masyarakat dilibatkan agar dapat menangkal perbuatan persekusi,” kata dia.

Disisi lain, dengan meningkatkan paham toleransi tersebut, dapat menghindari kejadian seperti, anak kelas 2 SD di Riau meninggal karena diduga perbedaan agama. Selanjutnya kejadian yang belum lama terjadi yaitu retreat remaja di sukabumi serta upaya permintaan pencabutan Ijin gereja yang sudah ada.

Dengan bangganya, Moniaga mencontohkan toleransi di daerah Sulawesi Utara. “Karena adanya kesadaran tinggi masyarakat yang ditanam sejak usia dini bahwa toleransi antar umat beragama sangatlah penting dijalankan pada kehidupan sehari hari,” terang mantan Ketua Senat FISIPOL Unsrat Manado ini.

Meski begitu, mantan akademisi Unsrat ini merasa perlu mendesak pemerintah lewat Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo untuk lebih tegas menangani pelaku persekusi. “Pemerintah harus tegas. Hukum pelakunya dengan maksimal agar dapat menimbulkan efek jera dan contoh bagi masyarakat lain untuk tidak melakukan tindakan demikian,” tegas aktivis berdarah Tonsea, Minahasa Utara.

Di tempat terpisah, Pdt. Dr. SM Ferdinand Watti, M.Th, MPdK menyerukan agar umat Kristen tidak terprovasi.

Pernyataan ini terkait pengrusakan vila yang sedang melaksanakan kegiatan retreat remaja Kristen di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Watti yang juga Ketua Umum Kejayaan Nusa Antara Cerdas (KNC) menandaskan, perbuatan jahat jangan sampai dibalas dengan hal kejahatan. “Balaslah kejahatan dgn kebaikan. Berdoalah utk para pelaku yang telah berbuat salah agar diberikan ruh kebaikan hingga bertobat dan tidak melakukan kesalahan kembali,” papar Watti.
Lebih jauh Ketua Umum Badan Kerja Sama Gereja dan Lembaga Kristen Indonesia (BKSG-LK INDONESIA) menghimbau agar umat kristiani menyerahkan kasus itu ditangani pihak berwajib yaitu pihak kepolisian. “Saya berharap agar pihak kepolisian segera melakukan proses hukum hibgga mendapat hukuman sesuai dgn aturan perundang2an yg berlaku,” tegas dia.

Sebelum menutup wawancara, Ketua Umum Ormas KIPRA (Kita Prabowo) berharap agar toleransi antar umat beragama dan moderasi dapat ditingkatkan dan dijadikan salah satu pedoman dalam hidup bermasyarakat. (*)

Back to top button