MANADO

Kinerja Kejari Manado Dinilai Minus

Tidak ada produk baru, tahap LID dan DIK masih melempem

MANADOLINKLangkah cepat nan berani penanganan Tindak Pidana Khusus oleh Kejaksaan Agung RI berbanding terbalik dengan aparat kejaksaan di daerah.

Sejak dinahkodai Fanny Widiastuti, SH MH, penanganan perkara korupsi di Kejari Manado belum menunjukan tren kenaikan grafiknya. Bahkan, sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani penyidik Kejari Manado terkesan jalan di tempat.

Pada tahap penyidikan, belum terlihat perkara diproduksi era kepemimpinan Widiastuti yang diangkat ke tahapan persidangan.

Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Sulut mencatat, produk yang diangkat pada tahap penyidikan masih di bawah ekspektasi. “Saat ini yang ada pa tingkat penyidikan ada kasus RTH KONI,” nilai peneliti senior JPKP Sulut, Hendra Lumempouw. Itu pun, tambah dia, penanganannya sejak kepemimpinan Wagiyo SH MH.

Sementara di tingkat penyelidikan terdapat beberapa kasus. Lumempouw sedikit menukilnya, kasus PDAM Manado yang telah dilaporkan sejak medio tahun 2025, belum terlihat progres penanganannya. “Sudah berjalan sebelas bulan laporan kasus PDAM belum ada tanda-tanda peningkatan status,” tutur dia.

Padahal, kata salah satu aktivis anti rasuah ini, pelapor telah menyerahkan sejumlah bukti, termasuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI nomor 18 tertanggal 31 Desember tahun 2025. “Kasus PDAM saja sudah ada hasil auditnya masih berjalan stagnan, bagaimana laporan masyarakat lainnya,” papar pria berdarah Tonsea ini.

Dugaan Pungli Sertifikasi Guru SD di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Manado. “Terakhir infonya sejumlah guru SD sudah menjalani pemeriksaan keterangan, tapi belum terdengar kabar lanjutannya,” beber Lumempouw.

Penyelidikan dugaan korupsi Pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Kota Manado. Kasus yang awalnya diadukan ke Kejati Sulut, saat ini ditangani Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Manado. “Nggak ada kabarnya,” ucap Lumempouw.

Kondisi ini mesti jadi perhatian Kajati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy SH MH. Menurutnya, Kejati Sulut sebagai tingkat lebih tinggi terlihat getol melaksanakan pemberantasan korupsi. “Yang terupdate Kejati Sulut menaikan status Bupati Sitaro sebagai tersangka,” katanya.

Berkaitan kinerja penyidik Kejari Manado, Fredy B.J Legi pelapor kasus dugaan korupsi Perumda PDAM Wanua Wenang ikut menyentilnya. “So bawa hasil audit BPK RI, tapi sayang belum maksimal pengusutanya,” tegas Legi.

Sangat pantas hingga masyarakat Kota Manado meragukan kinerja aparat penyidik Kejari Manado. “Nilai rapor masih minim,” tukas Legi.

Legi bahkan tidak sungkan mengaku telah mengadukan kinerja beberapa oknum Kejari Manado kepada Direktorat I Jaksa Agung Muda (Jam) Bidang Intelijen dan Bidang Pengawasan Kejati Sulu. “Laporan ke pihak Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sulut. “Infonya sudah diseujui dan didisposisi Kajati Sulut. “Masih digodok personil pemeriksa dan segera dibuat surat perintahnya. ***

Related Articles

Back to top button