Perubahan APBD Manado 2026, BKAD Ungkap Tambahan Pendapatan Rp35 Miliar
BKAD Manado Siapkan Tambahan Pendapatan Rp35 Miliar

MANADO, Manadolink.net – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado Tahun Anggaran 2026 mulai memasuki tahap pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado.
Dalam pembahasan tersebut, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Manado mengungkap adanya potensi tambahan pendapatan daerah sekitar Rp35 miliar. Angka tersebut merupakan hasil perhitungan kembali terhadap target pendapatan hingga semester pertama 2026.
Kepala BKAD Kota Manado, Constantine Doaly, memaparkan kebijakan perubahan anggaran tersebut di hadapan Banggar DPRD Manado dalam rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Manado, Rabu (19/8/2026).
“Semua pendapatan, semua perhitungan dari target yang diestimasi sampai dengan semester satu, kita hitung kembali. Jumlahnya itu Rp35 miliar,” ujar Doaly.
Menurutnya, tambahan pendapatan tersebut berasal dari sejumlah komponen penerimaan daerah. Di antaranya pajak daerah sekitar Rp9,2 miliar, retribusi daerah sekitar Rp2,6 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar Rp9,2 miliar.
BKAD juga menghitung tambahan dari sektor pendapatan transfer, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Untuk transfer pemerintah pusat, terdapat sekitar Rp3 miliar yang berkaitan dengan dukungan penanggulangan kemiskinan dan creative financing.
Sementara dari transfer antar-daerah yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, masih terdapat potensi tambahan sekitar Rp11 miliar. Namun, angka tersebut masih menunggu penetapan pagu definitif dari pemerintah provinsi.
“Setelah pagu definitif dari provinsi ditetapkan, masih ada potensi Rp11 miliar,” ungkap Doaly.
Doaly menjelaskan, tambahan pendapatan tersebut nantinya akan didistribusikan kepada perangkat daerah untuk menopang program dan kegiatan dalam perubahan APBD 2026.
Selain tambahan pendapatan, BKAD juga memasukkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) dalam perhitungan perubahan anggaran.
“Total pendapatan ini ditambah juga dengan Silpa. Total semuanya itu kita distribusikan ke perangkat-perangkat daerah. Nanti saat pembahasan RKA akan lebih jelas, setiap perangkat daerah itu sumber dananya sampai jenis belanjanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahap pembagian pagu, rincian anggaran belum seluruhnya dapat diidentifikasi hingga tingkat objek belanja.
Karena itu, pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) bersama masing-masing perangkat daerah menjadi tahapan penting untuk memperjelas sumber dana, kebutuhan belanja hingga rincian alokasi anggaran.
Pembahasan bersama Banggar DPRD Manado ini selanjutnya menjadi bagian dari rangkaian penyusunan Perubahan APBD Kota Manado Tahun Anggaran 2026.
Dengan adanya tambahan pendapatan serta perhitungan Silpa, BKAD memastikan seluruh komponen tersebut akan dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan menjadi bagian dari struktur perubahan anggaran daerah.(*)



