
MANADOLINK – Panglima PERANK Sulut Iwan Moniaga dengan lantangnya menyerukan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk bersatu, menjaga persatuan, dan bersama-sama mengawal setiap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memerangi korupsi serta membersihkan negeri dari praktik-praktik yang merugikan rakyat.
Tindak lanjut seruan tersebut, Moniaga dengan tegasnya menyatakan komitmen dan siap bekerja sama dengan Kejaksaan, Kepolisian, dan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) dalam mengawal serta mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Sulawesi Utara.
Menurut dia, PERANK Sulut akan berperan sebagai mitra masyarakat yang kritis, objektif, dan bertanggung jawab dengan mengedepankan data, fakta, bukti, serta mekanisme hukum yang berlaku. Setiap dugaan penyimpangan yang merugikan kepentingan masyarakat akan dikawal dan disampaikan melalui jalur hukum yang tepat.
“Kami berkomitmen untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan Kejaksaan, Kepolisian, dan APH lainnya, tanpa mencampuri kewenangan penegakan hukum. PERANK hadir untuk membantu memberikan informasi, mendorong transparansi, serta memastikan aspirasi masyarakat mendapatkan perhatian sesuai ketentuan hukum,” urai dia.
Lanjut Moniaga, langkah ini bukan ajang mencari-cari kesalahan orang, melainkan untuk menemukan kebanaran dan keadilan bagi masyarakat. “Kami tidak mencari musuh. Kami mencari kebenaran. Kami tidak mengejar kekuasaan. Kami mengawal amanah rakyat. Kami tidak menghakimi. Kami menyerahkan proses hukum kepada APH yang berwenang,” tukas Moniaga.
Lebih jauh lagi, Moniaga menghimbau untuk memerangi kepentingan segelintir orang yang berpotensi mengalahkan kepentingan jutaan rakyat.
“Oligarki yang menyalahgunakan kekuasaan, memainkan pengaruh, dan menguasai kebijakan demi kepentingan pribadi harus dilawan dengan kekuatan rakyat yang bersatu, kritis, dan bermartabat,” ucapnya bernada tinggi.
Karena ungkap dia, PERANK Sulut tidak berdiri untuk membela individu atau kelompok tertentu. Organisasi ini berdiri untuk kebenaran, keadilan, transparansi, dan kepentingan rakyat.
Moniaga menyampaikan harapannya, agar Sulawesi Utara menjadi bagian dari gerakan rakyat yang berani mengawal pemerintahan agar tetap berada di jalur yang benar. Awasi kebijakan, kawal penegakan hukum, bongkar praktik korupsi, dan jangan takut menyuarakan kebenaran.
Karena persepsinya adalah bersatu bukan berarti tunduk. Bersatu berarti berani mengawal. “Bersatu, kawal pemerintahan. Lawan korupsi.Tegakkan keadilan. Putus rantai oligarki yang merugikan rakyat. Demi Indonesia yang bersih, kuat, adil, dan bermartabat!” tutupnya. ***

