Aktivis Anti Korupsi Ancam Gelar Aksi Demo
Minta walikota Manado diperiksa jadi salah satu agenda

MANADOLINK – Maraknya kasus dugaan korupsi yang saat ini marak mulai disikapi serius aktivis anti korupsi Sulawesi Utara.
Bahkan elemen masyarakat ini menyerukan kebersamaan dengan menggelar aksi damai terhadap aparat penegak hukum yakni kepolisian dan kejaksaan.
“Kami sangat berharap aparat penegak hukum dapat menyikapi serius serta profesional dalam penanganan perkara-perkara korupsi di daerah ini. Jika tidak kami akan turun ke jalan menyerukan serta memprotes kinerja aparat yang tidak maksimal,” tegas Boy Kusoy, aktivis senior anti korupsi Sulut.
Bung Boy, sapaan akrabnya dengan nada tegas menyebutkan sejumlah perkara yang ditangani aparat yang dinilai lamban penanganannya.
Boy menyebutkan, laporan dugaan korupsi pengadaan incenerator di DLH Kota Manado. Hingga saat ini, kata Kusoy pihak Kejari Manado masih belum menunjukan ada kelanjutan langkah berarti. Demikian pula dengan laporan Pasar Tematik, ruas jalan Stadion Klabat.
Menariknya Bung Boy menyebut penanganan pembongkaran aset Pemkot Manado di Kawasan Mega Mas. Intensitas pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat patut diacungi jempol. Namun demikian langkah tersebut dinilainya bakal sua-sia apabila resume atau hasil penanganan belum terlihat. “Saya pikir sangat jelas perkara aset tersebut sudah dapat ditingkatkan ke jenjang penyidikan,” tutur Kusoy.
Perbuatan atau pelanggaran hukum dengan jelas terlihat. Dimanapun pemerintah di Indonesia harus menggunakan proses penghapusan aset sebelum dilakukan tindakan pembongkaran atau pemusnahan.
“Kami akan menyuarakan hal ini dalam aksi demo nantinya. Kami juga akan mendesak agar penyidik kejaksaan segera memeriksa walikota Manado dalam perkara ini karena sangat mustahil tindakan pembongkaran aset seperti ini tidak diketahui oleh walikota,” kunci Kusoy. (***)


