MANADO

Program Prioritas AARS Soal Air Bersih Gagal Total

Masalah air terpapar bakteri e-coli hingga dugaan korupsi di PDAM

MANADOLINKJanji pemerintahan Andrei Angouw-Richard Sualang memprioritaskan air bersih di tahun 2025 dinilai gagal total.

Bagaimana tidak, terdapat segudang masalah yang mendera Perumda PDAM Wanua Wenang sebagai instansi pengelola air bersih di Kota Manado.

Program prioritas yang diucapkan saat konferensi pers (21/1/2025) di lounge Teras Sparta Cafe lalu dinilai hanya sebatas retorika. “Buktinya masalah kualitas air sangat memprihatinkan karena terpapar bakteri e-coli,” kata Iwan Aloisius Moniaga.

Belum lagi masalah dugaan korupsi yang kian jelas terungkap berdasarkan dokumen LHP BPK RI tertanggal 31 Desember 2025.

“Anggaran PDAM semestinya digunakan untuk kuantitas dan kualitas air, ternyata dalam LHP BPK RI terdapat penggunaan anggaran untuk kepentingan pemangku jabatan di PDAM,” kata dia.

Jika dikompilasikan nilai uang daerah yang masuk pada kepentingan pribadi berdasarkan dokumen LHP, dapat digunakan untuk peningkatan secara kuantitatif dan kualitatif mutu air bersih. “Dokumen audit mencatat untuk anggaran uji kualitas air hanya dianggarkan kurang dari satu persen anggaran yang digunakan PDAM,” tutur mantan Presidium GMNI itu.

Bagaimana bisa, tambah Moniaga, pemerintahan AARS mengklaim bahwa air bersih masuk dalam program prioritas. “Dari sisi kuantitas, masyarakat Manado masih berteriak air PDAM tidak berjalan. Sedangkan soal kualitas air sangat rendah hingga adanya temuan bakteri e-coli yang tinggi pada produksi air PDAM,” ungkap mantan akademisi Unsrat ini.

Belum lagi, tukas Freddy. B.J.Legi eks karyawan PDAM yang dipecat karena menolak menandatangani surat pernyataan 0 tahun bekerja di PDAM. “Sejak pengajuan RKAP kepada walikota sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) sudahmelanggar aturan, dan bahkan tahun dua ribu dua puluh tiga, tidak ada pengajuan RKAP, hanya ada pengajuan persetujuan KPM,” hal itu saja sudah jelas terlihat bahwa pemerintahan AARS gagal menjalankan program prioritasnya.

Baik Moniaga maupun Legi mengajak warga Kota Manado untuk lebih kritis mengenai masalah air bersih. “Sepatutnya warga Manado lebih kritis soal janji pemerintah yang pada kenyataannya tidak terealisasi,” tutup Moniaga diamini Legi.

Seperti yang pernah diberitakan masalah terpaparnya bakteri yang berasal dari kotoran manusia itu, tidak mendapat respon dari pihak pemerintah kota. Bahkan, kedua pemimpin kota terkesan bungkam dan membiarkan hal tersebut. Masalahnya, hingga saat ini tidak terlihat penanganan atau perbaikkan fisik maupun administratif. ***

Related Articles

Back to top button