
MANADOLINK – Perlawanan rakyat atas dugaan korupsi yang terjadi di pemerintahan Walikota Andrei Angouw kian tinggi intensitasnya.
Setelah rampung dokumen laporannya, Boy Kusoy salah satu aktivis anti korupsi Sulut ini, menyatakan kesiapannya mengadukan dugaan tindak pidana korupsi berbandrol miliaran rupiah, pekan depan. “Sudah rampung dokumennya, tinggal dibawa (ke APH-red). Rencananya Senin pekan depan,” kata Kusoy yang diketahui adalah pegiat korupsi pertama yang mendemo Gubernur Olly Dondokambey di awal pemerintahan.
Sekilas penjelasan Kusoy, kasus ini sangat mudah untuk diusut. Sejumlah bukti tidak dapat disembunyikan oleh oknum-oknum yang terlibat di dalamnya. “Semuanya dalam sistem SIPD,” singkatnya.
Kusoy juga menambahkan, modus operandi dalam perkara ini sudah menjadi kebiasaan di instansi keuangan pemerintah. “Sengaja menabrak aturan dengan siasat licik dan pada akhirnya bakal berkaitan dengan anggaran lainnya menjadi terdampak karena akal bulus oknum pejabat,” tutur dia. Akan hal tersebut, perlu tindakan nyata sebagai warga kota Manado. “Perbuatan culas oknum pejabat harus segera dihentikan agar dampak dari tindakan kepada warga segera terhenti,” tegas dia.
Sayangnya ketika didesak wartawan tentang pokok masalah ini, dengan bijaknya Kusoy mempersilahkan menanyakan langsung kepada pejabat berwenang pengelolaan keuangan di Pemerintah Kota Manado. “Pejabat di keuangan pasti tau pokok persoalan ini,” kunci Kusoy.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Manado, Peter Karl Bart Assa, PhD pada media tahun 2022 silam, kepada wartawan media ini sempat mengakui pembayaran DAK Kesehatan non fisik tahun 2021. Bahkan dengan bijaksananya, doktor lulusan Jepang ini mengaku sangat terharu apabila menyangkut hak yang belum terbayarkan dan diupayakan untuk dibayar. Bahkan saat bincang-bincang di ruang kerjanya saat itu, birokrat yang baru tahun 2023 resmi beralih status kepegawaiannya itu menyebut pembayaran dengan BTT karena berkaitan dengan situasi bencana nasional Covid-19 saat itu. (***)



